Percetakan Konvensional: Jadul Tapi Kok Masih Eksis? Yuk, Kupas Tuntas!

Percetakan Konvensional: Jadul Tapi Kok Masih Eksis? Yuk, Kupas Tuntas!

Di era serba digital ini, kayaknya semua hal udah pindah ke layar HP atau laptop, ya kan? Dari baca berita, belanja, sampai belajar. Otomatis, percetakan juga ikutan go digital, dong? Eits, tunggu dulu! Meskipun percetakan digital makigehits dan praktis, ternyata si “jadul” percetakan konvensional masih tetap eksis dan punya tempat spesial lho. Kok bisa?

Yuk, kita bedah bareng kenapa percetakan konvensional ini, yang mungkin sebagian dari kalian baru denger istilahnya, tetap relevan di zamaow. Siap-siap dapet wawasan baru!

Apa Sih Percetakan Konvensional Itu?

Gampangnya, percetakan konvensional itu metode cetak yang udah ada dari dulu banget, jauh sebelum ada printer rumahan atau mesin cetak digital super canggih. Teknik yang paling populer dari percetakan konvensional adalah cetak offset. Bayangin aja, ini kayak versi “analog” dari dunia percetakan.

Prosesnya melibatkan beberapa tahapan yang cukup kompleks:

  • Pembuatan Plat: Bukan plat nomor kendaraan ya, tapi plat khusus yang permukaaya udah diukir atau di-treatment sesuai desain yang mau dicetak. Satu plat untuk satu warna dasar (CMYK: Cyan, Magenta, Yellow, Key/Black).
  • Transfer Tinta: Tinta dari wadahnya akan ditransfer ke rol-rol yang berputar, lalu dari rol tersebut tinta akan menempel ke area desain di plat.
  • Transfer Gambar ke Karet (Blanket): Nah, yang unik, tinta dari plat ini nggak langsung ke kertas. Tapi, ditransfer dulu ke silinder karet (blanket). Ini gunanya biar gambar lebih presisi dan bisa dicetak di berbagai jenis permukaan.
  • Pencetakan ke Kertas: Baru deh, si blanket tadi mentransfer tinta ke media cetak, biasanya kertas. Proses ini terjadi berulang-ulang dengan kecepatan tinggi.

Kedengaraya ribet banget kan? Tapi jangan salah, di balik keribetaya, ada keunggulan yang bikin percetakan ini tetap dicari!

Kenapa Percetakan Konvensional Masih Dicari? Keunggulaya Apa Aja?

Meskipun ada percetakan digital yang bisa cetak instan, percetakan konvensional punya beberapa “mantra” yang bikin dia tetap jadi pilihan utama buat kebutuhan tertentu:

  1. Kualitas Cetak yang Konsisten dan Tajam: Ini juaranya! Untuk cetakan dengan jumlah besar, kualitas warna yang dihasilkan percetakan offset itu super konsisten dari lembar pertama sampai terakhir. Detailnya juga tajam banget, bikin hasilnya kelihatan profesional dan mewah.
  2. Cocok Buat Cetakan Jumlah Besar: Kalau kamu mau cetak brosur ribuan lembar, buku ratusan eksemplar, atau kemasan produk dalam jumlah masif, percetakan konvensional adalah pilihan paling ekonomis. Biaya setup di awal memang mahal, tapi per lembarnya jadi super murah kalau kuantitasnya banyak.
  3. Bisa Cetak di Berbagai Jenis Media: Nggak cuma kertas doang! Percetakan konvensional bisa cetak di berbagai permukaan, dari kertas dengan tekstur khusus, kardus tebal untuk kemasan, hingga plastik. Pilihan finishing-nya juga lebih variatif.
  4. Warna Lebih Akurat (Pantone): Untuk brand yang sangat ketat soal warna (misalnya logo perusahaan), percetakan offset bisa menggunakan tinta Pantone. Ini jaminan warna yang akan keluar 100% sama persis dengan standar brand, sesuatu yang kadang sulit dicapai sempurna oleh percetakan digital.

Tapi, Ada Kekurangaya Juga Dong?

Tentu saja! Namanya juga teknik lama, pasti ada beberapa hal yang jadi PR:

  • Tidak Cocok untuk Cetak Sedikit: Kalau cuma mau cetak 100 lembar kartu nama, biaya setup-nya bakalan lebih mahal daripada hasil cetakaya. Jadi, kalau jumlahnya sedikit, mending pilih digital printing.
  • Waktu Produksi Lebih Lama: Proses pembuatan plat, persiapan mesin, dan kalibrasi warna itu butuh waktu. Nggak bisa langsung “klik, cetak, jadi” kayak digital. Makanya, kalau butuh buru-buru, ini bukan pilihan yang tepat.
  • Sulit untuk Personalisasi: Karena cetaknya massal dengan satu desain, sulit banget buat bikin personalisasi di setiap lembar (misalnya beda nama di setiap undangan). Untuk itu, digital printing jagonya.

Siapa Aja Sih yang Masih Pakai Percetakan Konvensional?

Jangan salah, banyak banget lho industri atau pihak yang masih mengandalkan percetakan konvensional:

  • Penerbit Buku & Majalah: Untuk mencetak buku, novel, atau majalah dalam jumlah ribuan, offset printing adalah juaranya dari segi biaya dan kualitas.
  • Produsen Kemasan: Kotak makanan, kemasan produk kosmetik, atau kardus elektronik sering dicetak menggunakan metode konvensional karena butuh volume besar dan presisi warna.
  • Perusahaan Skala Besar: Untuk mencetak kop surat, amplop, brosur marketing, atau laporan tahunan dalam jumlah banyak, kualitas dan harga offset lebih menarik.
  • Produksi Label & Stiker Massal: Khususnya untuk label produk yang butuh daya tahan dan warna konsisten.

Jadi, Percetakan Konvensional vs. Digital: Mana yang Lebih Baik?

Jawabaya bukan “mana yang lebih baik”, tapi “mana yang paling cocok” untuk kebutuhanmu. Ibaratnya, naik mobil balap sama mobil keluarga, keduanya punya fungsi masing-masing. Percetakan konvensional jagoaya untuk cetak massal, kualitas premium, dan budget efisien per unit jika volumenya besar. Sementara itu, percetakan digital unggul di kecepatan, personalisasi, dan cetak satuan atau jumlah kecil.

Kereya lagi, di banyak percetakan modern sekarang, kedua teknologi ini sering digabungkan. Misalnya, bagian dalam buku dicetak offset, tapi sampulnya yang butuh finishing khusus dan personalisasi dicetak digital. Kolaborasi yang mantap, kan?

Intinya, percetakan konvensional ini bukan cuma “warisan” masa lalu, tapi masih jadi tulang punggung banyak industri. Dia punya niche-nya sendiri yang nggak bisa digantikan digital printing sepenuhnya. Jadi, jangan remehkan si jadul yang satu ini ya! Malah, dengan memahami keunggulaya, kamu bisa lebih bijak dalam memilih metode cetak untuk proyekmu selanjutnya.